Opini Soner Cagaptay Tentang Hubungan Russia dan Turki Sekarang dan Masa Depan

Siapa yang belum tau penyerangan pesawat Russia oleh Turki ayo ngacung?? Hehe, kali ini saya akan ingin mengepost tentang dampak dari penyerangan tersebut dari sisi pengamat bernama Soner Cagaptay yang bekerja di CNN Opinion. Ayo langsung saja kita simak apa ulasannya dan apa solusinya...





 CNN - Penyerangan ini bermula ketika pesawat Russia terbang memasuki batas negara Turki sehinnga Turki mengirim peringatan sebanyak 10 kali dalam 15 menit agar Russia keluar dari area negaranya, namun peringatan tersebut diacuhkan dan terjadilah penembakan pesawat Russia oleh Turki. Kejadian ini memebuat hubungan kedua negara menjadi buruk dari sebelumnya yang harmonis.

           Sebenarnya dalam peperangan yang terjadi di Syria sekarang kubu Turki dan Russia berbeda halauan dalam dukungan. Turki ingin presiden Bashar al Assad mundur dari jabatannya sehingga Turki memberi bantuan kepada pemberontak yang ada di utara Syiria namun Russia mendukung Presiden Bashar Al Assad karenanya mereka ( Turki dan Russia ) terjebak pada perang proxy. Perang Proxy adalah perang antara satu negara dengan negara yang lainnya sehingga negara yang memiliki ideologi yang sama dengan negara yang sedang berperang ikut membantu negara tersebut, dengan kata lain "ini merupakan perang diakibatkan oleh negara lainnya".

          Pada prakteknya pesawat Russia lebih banyak menyerang didaerah yang dikuasai oleh pemberontak yang disokong oleh Turki walau mereka mengatakan tujuannya di Syria adalah untuk memerangi ISIS sehingga dalam opini saya pihak Turki menyerang pesawat Russia merupakan bentuk frustasi terhadap serangan Russia pada pemberontak.

          Dengan demikian serangan Turki kepada Russia ini merupakan serangan pasca Perang Dunia II silam, menjadikan hubungan kedua negara menjadi buruk. Russia mengatakan ini merupakan "tusukan dari belakang" karenanya tidak diragukan lagi Russia akan membalas penyerangan ini.

          Sebelum hari penembakan itu Russia sudah berambisi menjadi negara adidaya karenanya Russia tidak akan membiarkan Turki bertidak semaunya saja. Dalam hal ini ada 2 opsi yang dimungkian akan diterapkan Russia kepada turki.

         Yang sudah dilakukan Russia adalah menempatkan anti-aircraft missiles di daerah perbatasan Syria-Turkey sehingga hal ini bisa dikatakan provokasi yang sangat kasar dari Russia kepada Turki.

         Turki merupakan partner Russia dalam perdagangan. Pebisnis dari Turki akan mengalami kerugian yang besar jika Presiden Russia Vladimir Putin memutuskan kerjasamanya dengan Turki, seperti yang mereka lakukan juga dahulu pada negara yang menentangnya seperti Ukraine dengan menyetop suplai gas atau dengan Georgia dengan menyetop suplai anggur dan air mineral. (Russia mengatakan hal tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen mereka meskipun kita bisa sangat curiga tujuan sebenarnya adalah menekan negara tetangganya).

        Sekarang Russia bisa melakukan hal yang sama kepada Turki, faktanya Turki sangat banyak mengekspor bahan makanan kepada Turki. Yang terjadi sekarang Russia sudah mengembargo unggas-unggas dari Turki. Seperinya Russia juga akan mengembargo hal-hal yang lain jika Turki tidak mau meminta maaf atas kesalahannya.

        Tentu juga Russia bisa memotong pasokan gasnya untuk Turki namun demikian Russia sedang membutuhkan uang jugaRussia tidak mempunya alternatif lain jika ingin mengehntikan suplainya dikarenakan Turki merupakan negara yang memiliki porsi besar untuk pembelian gas Russia.

         Jadi, cara kedua yang bisa dilakukan Putin adalah membantu Bashar memenangkan peperangan melawan pemberontak yang disokong oleh Turki sejak 2011.

        Erdogan tentu ingin mengamankan posisinya di Turki sehinnga ia harus bisa membantu pemberontak sehinnga tentu Bashar Assad berharap Russia bisa mengintensifkan serangannya kepada pemberontak.

         Jika tujuan Turki menembak pesawat Russia bertujuan untuk melindungi pemberontak dan mengamankan suplai, dalam hal ini penyerangan tersebut memiliki efek buruk : lebih banyak pemboman dan lebih banyak penduduk yang akan menjadi korban berakibat akan lebih banyak lagi penduduk russia yang mencari suaka ke luar negeri.

        Untuk sekarang, sepertinya Russia akan menghentikan sementara pasokan gasnya kepada Turki sebagaimana yang dilakukannya pada Ukraina dulu, dan penempatan anti-aircraft missiles-nya Russia di Syria menjadikan harapan Syria bisa kembali damai dalam waktu dekat ini menjadi mustahil.


gimana ulasannya Pak Soner? keren kan :D dengan ini kita bisa melihat selain untuk kemajuan  bangsa ternyata ekonomi juga bisa dijadikan alat untuk memaksa negara lain untuk patuh kepada yang menguasai ekonomi. Bangsa Indonesia harus mengambil pelajaran terhadap kisah diatas dengan mulai berani untuk mandiri dalam mengolah sumber daya alam yang dimiliki, tentu jika Indonesia sudah mampu mandiri daya saing rupiah juga akan lebih kuat menghadapi dollar. Tentu semua ingin jika kita bisa membeli bakso Rp 5000 permangkok bukan?? hehe bisa kok asal daya saing rupiah kita menguat. Apa faktor yang menjadikan rupiah menguat? salah satunya jika kita bisa lebih banyak mengekspor barang keluar negeri daripada dikirimi barang dari luar. Semoga kita bisa menjadi negara yang mandiri ;)

Ayo dimulai dari diri sendiri. Mandiri kita pasti bisa.




Jika mau ke sumber aslinya bisa dicari di :


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kutipan kesuksesan Warren Buffet

Kata Mutiara dari Naruto dkk

Petualangan Guliver